JURNAL UNTUK TUGAS MANAJEMEN KANTOR

Pentingnya Penataan Tata Lokasi Kantor
Dalam Suatu Organisasi atau Perusahaan
Oleh
Grisa Mujiati
175211039
Program Studi D3 Administrasi Bisnis Jurusan Administrasi Niaga
Politeknik Negeri Bandung
Email : gmujiati@gmail.com

Abstrak
Pada zaman global seperti saat ini, suatu organisasi atau perusahaan pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. ciri khas tersebut dapat dilihat dari bagaimana penataan tata letak dari organisasi atau perusahaan tersebut. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui betapa pentingnya tata letak kantor pada suatu organisasi atau perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektivitas kerja karyawannya. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan metode tinjauan pustaka. Dalam rangka untuk mendapatkan informasi, maka dilakukannya tinjauan-tinjauan dan analisis dari beberapa referensi buku maupun jurnal yang ada yang dapat membantu penyelesaian penelitian ini agar menjadi jurnal. Hasil analisis yang saya lakukan menunjukan bahwa tata letak kantor sangatlah berpengaruh terhadap efektivitas kerja karyawan. Penataan tata letak kantor yang baik dan tepat dapat menciptakan rasa nyaman, aman dan tentram di kantor, hal tersebut juga dapat mempengaruhi efektivitas kerja karyawan yang pada akhirnya hal-hal tersebut dapat berdampak baik pula pada produktivitas karyawan dan keberhasilan organisasi atau perusahaan. Diharapkan setiap perusahaan memberikan perhatian lebih terhadap pemilihan dan penetapa tata letak kantor demi kelangsungan dan keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

Kata Kunci : Layout kantor, efektivitas kerja.

Abstract

In the global era like today, an organization or company must have its own characteristics. these characteristics can be seen from how the layout of the organization or company. This research aims to find out how important office layout is in an organization or company so that it can improve the work effectiveness of its employees. The method used for this research is the method of literature review. In order to obtain information, there are reviews and analyzes of several references to existing books and journals that can help resolve this research to become a journal. The results of the analysis that I did show that the office layout is very influential on the work effectiveness of employees. Arranging a good and proper office layout can create a sense of comfort, safety and security in the office, it can also affect the work effectiveness of employees, which in turn can impact both on employee productivity and the success of the organization or company. It is expected that each company gives more attention to the selection and determination of office layout for the continuity and success of an organization or company.

Keywords : Office layout, work effectiveness.







I.                   PENDAHULUAN
Sebuah organisasi, instansi, lembaga, dan perusahaan pasti membutuhkan tempat untuk menjalankan kegiatan di organisasinya, baik tempat yang sudah dimilikinya maupun tempat yang disewa.
Setiap tempat memiliki tata letak atau lay out yang telah diatur sedemikian rupa, baik itu tata letak ruangan atau pun tata letak peralatan dan perlengkapan yang ada di dalamnya.
Penentuan tata letak sangatlah penting bagi kenyamanan dan keamanan suatu organisasi untuk ditempati. Tata letak yang dipilih haraslah tepat sehingga dapat menunjang kesuksesan anggota dalam mencapai tujuan organisasi tersebut.
Apabila pemilihan tata letak kurang tepat, maka bisa jadi salah satu faktor penghambat bagi anggota dalam melaksanakan tugasnya. Bisa jadi anggota tersebut merasa tidak nyaman dan tidak ama dengan tata letak yang dipilih.
Oleh karena itu, pemilihan tata letak bagi anggota organisasi untuk mencapai sangatlah penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi dan untuk mencapai kesuksesan organisasi sehingga dapat eksis di lingkungan masyarakat.
II.                PEMBAHASAN
Tempat untuk melaksanakan kegiatan organisasi mulai dari mencari informasi, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, menyimpan informasi hingga mendistribudikan atau menyebarkan informasi dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi disebut dengan kantor.
Kantor merupakan tempat yang harus didukung oleh adanya tata letak. Tata letak merupakan unsur terpenting dalam kantor untuk meningkatkan produktivitas kinerja anggota sehingga dalam mengerjakan perkerjaannya para anggota dapat merasa tenang, nyaman dan lancar.
Tata letak kantor dapat dikatakan baik serta memberikan manfaat kepada karyawannya jika manajemen dari suatu organisasi atau perusahaan memperhatikan beberapa faktor antara lain sebagai berikut :
1.      Memanfaatkan penggunaan seluruh ruangan yang ada di dalam organisasi atau perusahaan secara efektif dan efisien.
2.      Mengembangkan dan memberikan lingkungan kerja yang nyaman bagi para anggota atau karyawan.
3.      Memberikan kesan dan energi positif kepada pelanggan organisasi atau perusahaan.
4.      Menjamin tingkat keefisiensian dari arus kerja yang ada dalam organisasi atau perusahaan.
5.      Meningkatkan produktivitas dari para anggota atau karyawan.
6.      Mengantisipasi pengembangan organisasi atau perusahaan yang akan terjadi di masa yang akan datang melalui perancangan tata letak yang fleksibel.
Adapun tujuan dari tata letak kantor, antara lain :
1)      Supaya menciptakan jarak tempuh paling pendek pada saat pelaksanan pekerjaan.
2)      Untuk memperlancar tata usaha dalam menjalankan pekerjaannya.
3)      Untuk memelihara kesehatan dan kepuasan karyawan.
4)      Supaya pengawasan yang dilakukan terhadap karyawan dapat dilakukan secara maksimal dan memuaskan.
5)      Supaya dapat memanfaatkan dan menggunakan ruangan secara keseluruhan sehingga tidak ada ruangan yang kosong atau tidak digunakan dan penggunaanya dapat efisien untuk keperluan karyawan.
6)      Agar mendapatkan kesan yang positif bagi pengunjung yang datang, baik itu pengunjung biasa maupun pengunjung dari perusahaan lain.
7)      Tempat kerja yang ditata dengan fleksibel agar dapat digunakan oleh berbagai pekerjaan dan lebih mudah untuk diubah pada waktu-waktu tertentu.
8)      Supaya arus komunikasi antar karyawan, antar pimpinan ataupun antara pimpinan dan karyawannya lebih lancar.
9)      Meminimalisir kebisingan yang dihasilkan oleh berbagai kondisi.
10)  Untuk menciptakan rasa nyaman, keleluasaan kerja dan kepuasan karyawan dalam bekerja di kantor.
11)  Untuk mengoptimalkan lahan, perlengkapan, peralatan dan mesin-mesin yang terdapat di dalam kantor.
12)  Agar perluasan kerja dimasa yang akan datang lebih mudah.
Dikutip dari pernyataan Littlefield & Peterson dalam buku The Liang Gie (2007:186) menyatakan bahwa tata letak kantor adalah penyusunan perabotan dan alat perlengkapan pada luas lantai yang tersedia.
Dapat diartikan juga bahwa yang dimaksud dengan tata letak kantor adalah penataan ruangan-ruangan beserta dengan peralatan dan perlengkapan barang di dalamnya juga disertai dengan pemilihan-pemilihan warna yang sesuai dengan karakter organisasi atau perusahaan yang dijalankan.
Sebelum menentukan tata letak kantor yang akan dipilih, hal pertama yang harus dikerjakan adalah memilih dan menentukan lokasi kantor yang tepat untuk organisasi atau perusahaan.
Quible (1996) menyatakan bahwa ada 3 faktor yang menjadi acuan dalam menentukan lokasi kantor. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut :
a.       Faktor Keuangan
Faktor keuangan merupakan faktor yang paling pertama yang harus dipikirkan. Dalam faktor keuangan yang harus diperhatikan adalah nilai lokasi secara ekonomis, apakah akan disewa, dibeli, leasing dengan kelebihan serta kekurangan masing-masing pilihan.
b.      Faktor Operasional
Faktor kedua yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi kantor adalah faktor operasional. Faktor ini meliputi kemudahan operasi kegiatan organisasi atau perusahaan, kemudahan berhubungan dengan konsumen, produsen dan akses menuju lokasi kantor tersebut.
c.       Faktor Karyawan
Dalam faktor karyawan yang dilihat adalah ketersediaan tenaga kerja skill dan unskill yang berada di sekitaran lokasi kantor tersebut, serta jauh atau dekatnya dari tempat tinggal karyawan dan mobilitas atau keramaian yang terdapat di daerah sekitaran lokasi kantor tersebut.
Dalam menentukan tata letak kantor kita juga harus memikirkan beberapa faktor yang dapat menunjang kenyamanan anggota organisasi atau perusahaan ketika berada di dalam kantor. beberapa faktor tersebut antara lain sebagai berikut :
1)      Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi lingkungan kantor dan perlu diperhatikan. Gelombang yang terpancar dari suatu sumber cahaya seperti matahari, lilin, dan lampu yang memancar dan menyebar keseluruh ruangan merupakan pengertian dari cahaya.
Cahaya dapat menerangi suatu benda atau tempat termasuk menerangi ruangan-ruangan di kantor. Cahaya yang menerangi dengan tepat dapat membantu para karyawan dalam mengerjakan pekerjaannya. Dengan pencahayaan yang cukup juga dapat mengurangi efek kelelahan pada mata sehingga dapat menambah efektifitas dalam pekerjaannya. Selain itu, pencahayaan yang baik juga dapat meningkatkan ketelitian dalam mengerjakan pekerjaan, meningkatkan kecermatan dari hasil pekerjaan, meningkatkan keselamatan kerja serta menurunkan resiko dari kerusakan peralatan dan kecelakaan yang dialami karyawan, seperti terkena sengatan listrik, terpotong atau terlukai oleh cutter atau gunting.
Sumber pencahayaan untuk suatu kantor berasal dari cahaya alami (natural lighting) dan cahaya buatan (artifisial lighting). Cahaya alami merupakan cahaya yang berasal dari matahari sedangkan cahaya buatan merupakan cahaya yang berasal dari lilin, listrik dan lampu.
Cahaya alami yang berasal dari matahari merupakan prioritas utama yang digunakan untuk kantor karena selain biayanya yang sangat murah, cahaya matahari juga memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia dan ruangan di kantor. Tetapi, biasanya cahaya matahari agak sulit untuk menembus keseluruh ruangan. Akan semakin sulit lagi apabila suatu kantor memiliki gedung bertingkat tinggi dan berada dalam lokasi yang padat akan perkantoran. Maka dari itu, diperlukan cahaya buatan yang dapat dipasang dimana saja untuk membantu menerangi ruangan yang sulit dijangkau oleh cahaya matahari pada waktu tertentu, misalnya ketika malam hari atau ketika cuaca mendung. Oleh karena itu, cahaya buatan sangatlah diperlukan karena berfungsi sebagai cahaya pendukung atau secondary lighting dalam kantor.
Cahaya buatan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut :
a)      Cahaya Langsung
Cahaya langsung merupakan cahaya yang memancar langsung dari sumbernya ke objeknya. Contohnya, cahaya matahari ke permukaan meja, cahaya matahari ke komputer atau kertas.
b)      Cahaya Setengah Tak Langsung
Cahaya setengah tak langsung merupakan cahaya yang memancarkan cahayanya secara setengah saja kepada objek (meja kerja, komputer dan lainnya), pemancarannya melalui bohlam lampu, langit-langit atau dinding.
c)      Cahaya Tak Langsung
Cahaya tak langsung merupakan cahaya yang dibuat atau dirancang sedemikian rupa dimana sumbernya itu memancarkan cahayanya ke objek lain dahulu sebelum memancarkan cahayanya ke meja kerja atau lantai tempat orang bekerja.
Ciri-ciri pencahayaan yang baik dalam suatu kantor adalah sebagai berikut :
1.      Sinar yang memancar cukup terang.
2.      Cahaya yang terpancar tidak menyilaukan.
3.      Tidak terdapat kontras yang tajam.
4.      Cahaya yang dipancarkan secara merata atau tidak menimbulkan adanya bayangan.
5.      Tidak menimbulkan gelombang cahaya yang dapat memberikan efek getaran.
Cahaya dapat diukur dengan ketentuan ukuran yang ditentukan dalam ukuran Foot-candle atau satuan cahaya lilin. Foot-candler ini digunakan untuk mengukur besarnya cahaya yang memancar pada objek yang ada dengan jarak 75 cm. Adapun alat untuk mengukur cahaya disebut dengan Luxmeter. Alat ini sudah sering digunakan oleh banyak kantor untuk menentukan pencahyaan yang baik.
2)      Warna
Faktor selanjutnya yang penting dalam tata letak kantor adalah warna. Warna dapat merangsang emosi dan otak seorang manusia. Pemilihan warna yang tepat untuk ruangan dapat menimbulkan rasa kenyamanan dalam diri seorang karyawan sehingga karyawan tersebut dapat meningkatkan produktivitas kerjanya.
Warna dasar terdiri dari 3 macam, yaitu :
a.       Merah
Merah merupakan warna yang menimbulkan efek panas, gejolak dan semangat. Dalam penggunaan warna merah dalam suatu kantor dapat menjadi pengaruh pendukung terhadap semangat kerja para karyawan. Maka dari itu, agar para karyawan tidak merasa loyo dan malas gunakanlah warna merah dalam tata letak kantor. Warna merah tersebut dapat diambil dari gambar-gambar bunga atau peralatan yang digunakan yang mengandung warna merah.
b.      Kuning
Kuning merupakan warna yang menimbulkan efek kehangatan seperti matahari, dapat merangsang perasaan bahagia, gembira, riang dan menghilangkan rasa tertekan dan kesal. Dalam penggunaan warna kuning di kantor, dapat menimbulkan rasa bahagia meskipun sedang memiliki bayak tugas yang harus segera diselesaikan. Warna kuning juga dapat membuat karyawan menjadi lebih segar.
c.       Biru
Biru merupakan warna yang memiliki efek ketenangan, keluasaan dan ketentraman. Warna biru memberikan manfaat untuk mengurangi rasa tegang pada otot tubuh dan tekanan darah sehingga para karyawan dapat merasa tenang ketika mengerjakan pekerjaannya. Warna biru juga cocok digunakan dalam ruangan kantor yang notabene membutuhkan banyak konsentrasi yang tinggi atau kerja keras otak, tetapi apabila menggunakan warna biru terlalu banyak pada suatu ruangan di kantor dapat menimbulkan rasa tertekan pada diri karyawan. Oleh karena itu, penggunaan warna biru sebaiknya dipadupadankan dengan warna yang lain, dengan menggunakan gambar pemandangan, gambar gunung, gambar langit, gambar laut dan gambar ikan.
Pemilihan dan penggunaan warna tidak hanya disesuaikan dengan dekorasi saja, tetapi perlu juga disesuaikan dengan budaya orang-orang yang bekerja dan kecenderungan emosi para karyawan yang akan mengisi dan berkerja di ruangan tersebut. Apabila dalam satu ruangan diisi oleh karyawan yang memiliki sifat tempramen tinggi atau mudah tersulut emosi, maka janganlah menggunakan warna merah sebagai warna tembok maupun dekorasi peralatan. Warna yang tepat untuk digunakan dalam ruangan tersebut adalah warna biru, kuning atau wana-warna yang dikombinasikan.
Menurut sumber Quible (1996:88) terdapat tabel yang memperlihatkan persentase pemantulan cahaya dari setiap warna, berikut adalah tabelnya :
No
Warna
Pantulan Cahaya
1
Putih
86%
2
Hijau Muda
67%
3
Kuning Muda
64%
4
Biru Muda
58%
5
Abu-abu
54%
6
Kuning
47%
7
Orange
35%
8
Merah
23%
9
Biru Tua
17%
10
Merah Tua
13%
11
Hijau Tua
10%
3)      Udara
Aliran udara yang segar adalah udara yang mengandung banyak oksigen. Udara yang mengalir secara terus-menerus di kantor dapat mengurangi rasa letih dan menimbulkan rasa segar untuk pegawai. Udara juga dapat mempengaruhi daya tahan tubuh atau kondisi fisik dari para karyawan. Selain itu, udara juga dapat menciptakan rasa nyaman atau ergonomic dalam suat kantor. Menurut Mills, Standingford dan Appley, udara adalah salah satu syarat untuk berkonsentrasi. Jika udara terlalu panas, terlalu dingin dan pengan itu akan mengganggu peredaran darah dan akhirnya dapat mengganggu konsentrasi serta kerja otak karyawan dalam mengerjakan pekerjaannya. Kekurangan udara juga diduga dapat memicu orang menjadi stress. Untuk bekerja, suhu udara yang cukup sehat adalah berkisar antara 20oC – 25oC. Oleh karena itu, pengendalian udara dalam sebuah kantor sangatlah diperlukan.
Berikut adalah beberapa cara untuk mengendalikan udara yaitu :
Ø  Buatlah ventilasi udara. Dengan adanya ventilasi, udara dapat dengan mudah untuk keluar dan masuk melalui ventilasi yang berbeda.
Ø  Gunakanlah kipas angin untuk membantu sirkulasi udara ruangan kantor.
Ø  Pasanglah pendingin ruangan ataupun pemanas ruangan. Alat ini dapat membantu karyawan ketika merasa kepanasan atau kedinginan.
Ø  Pakailah pakaian yang sesuai dan tepat. Misalkan, kerika merasakan dingin gunakanlah pakaian yang agak tebal atau menggunakan syal dan jas.
Untuk mengukur udara, baik suhu maupun kelembapan dalam kantor dapat menggunakan alat barometer atau pun thermo hygro. Dengan adanya alat ini, manajemen dapat menentukan bagaimana kualitas udara yang sesuai untuk kantor.
4)      Suara
Suara merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi konsentrasi kerja karyawan. Pada dasarnya, pekerjaan kantor membutuhkan kerja otak dan konsentrasi yang tinggi, seperti pembuatan konsep-konsep, pembuatan rencana dan perhitungan. Bila terdapat suara yang gaduh, itu akan mengakibatkan terganggunya karyawan dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga pekerjaan karyawan menjadi tidak maksimal jika suara gaduh dalam kantor terus-menerus dibiarkan saja.
Berikut adalah cara untuk mengendalikan suara gaduh yang ada dalam kantor :
·         Tempatkanlah mesin-mesin dan segala peralatan yang menghasilkan suara gaduh jauh dari tempat kerja yang membutuhkan konsentrasi dan kerja otak yang tinggi. Tempatkanlah dekat jendela, berikan penyekat ruangan dan pasanglah peredam suara jika perlu.
·         Gunakanlah atap-atap yang memiliki design dan bahan-bahan yang dapat menyerap suara, seperti karpet, dinding dari partisi atau kayu, dan langit-langit dari bahan kayu.
·         Pakailah peralatan yang memiliki bahan yang dapat menyerap suara seperti, kayu, bubuk kayu yang dikeraskan, dan kain.
·         Putarlah musik atau lagu tertentu dengan volume pelan agar menimbulkan suasana yang tenang untuk pendengarnya.
5)      Budaya
Budaya merupakan kebiasaan seseorang yang telah berubah menjadi suatu perilaku, gerak-gerik dalam bekerja, berkomunikasi dan berhubungan dengan pihak-pihak luar. Misalnya, ramah kepada orang lain, masuk kerja dengan tepat waktu dan rapih dalam bekerja.
Budaya biasanya terbentuk dari kebersamaan sebuah kelompok, tetapi dapat juga berasal dari pimpinan yang didukung oleh staf kerjanya.
Dalam lingkungan kantor dan pekerjaan haruslah terciptanya budaya yang sehat, segar, ramah dan demokrasi. Suasana budaya yang tercipta dalam suatu kantor ditentukan oleh tipe-tipe pimpinan dan bagaimana orang-orang yang berada dalam organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Setelah mengetahui faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam tata letak kantor, kita juga perlu menentukan bentuk kantor yang cocok dengan organisasi atau perusahaan yang kita jalankan. Bentuk-bentuk kantor yang akan digunakan perlu dipikirkan karena dalam pemilihannya dapat membantu memperlancar pekerjaan, mendapatkan kondisi kerja yang menyenangkan dan menimbulkan kenyamanan bagi pelanggan dan karyawan yang bersangkutan.
Di luar kantor maya atau Virtual Office, terdapat beberapa bentuk kantor yang biasanya digunakan. Bentuk-bentuk kantor tersebut antara lain sebagai berikut :
1.      Kantor Terbuka
Kantor terbuka merupakan kantor di mana tempat kerja dari setiap karyawan tidak dibatasi oleh sekat-sekat atau pembatas lainnya, sehingga di antara karyawan dalam kantor dapat saling mengawasi satu sama lain, saling berkomunikasi dan bersosialisasi dengan mudah, serta menggunakan peralatan atau mesin-mesin kerja secara bersama-sama. Kantor terbuka biasanya menempati ruangan yang cukup luas dan orang yang bekerja memiliki jumlah yang cukup banyak atau biasanya terdiri dari beberapa seksi atau bagian.
Berikut adalah uraian mengenai kelebihan dan kekurangan dari kantor terbuka yang dikemukakan oleh Mills (1991) antara lain :
a)      Keunggulan
-          Biaya untuk dibutuhkan oleh menggunakan partisi, pintu, alat pengatur suhu, lampu, listrik dan lainnya cenderung lebih rendah.
-          Ruangan dimanfaatkan secara lebih baik, lebih sedikit ruangan yang digunakan untuk keperluan pintu atau koridor.
-          Biaya perawatan untuk dekorasi, pelayanan kebersihan dan pelayanan umum lainnya yang dikeluarkan lebih rendah.
-          Pengawasan yang lebih mudah, sehingga pengawas yang dibutuhkan tidak begitu banyak atau dapat dikurangi dari biasanya.
-          Komunikasi dan arus kerja menjadi lebih mudah dilakukan.
-          Memungkinkan peralatan dan mesin-mesin untuk digunakan secara bersama-sama.
-          Ruangan lebih fleksibel jikalau dibutuhkan perubahan sewaktu-waktu.
-          Kondisi kerja dapat menjadi lebih baik.
-          Dapat mendorong kerjasama dan partisipasi karyawan.
b)      Kelemahan
-          Keamanan kurang terjamin untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat rahasia dan penangan kas.
-          Gangguan yang berasal dari tamu dan lalu lintas karyawan lain dapat mengganggu konsentrasi kerja.
-          Kebisingan umum yang ditimbulkan menjadi berlebihan.
-          Penyakit lebih mudah menyebar, misalnya penyakit flu.
-          Rasa memiliki pada suatu kelompok kerja dapat berkurang.
-          Hilangnya privasi yang dimiliki oleh para karyawan.
-          Rahasia atau gosip dari dapat menyebar dengan cepat dan luas.
Berikut adalah contoh gambar dari kantor terbuka :

2.      Kantor Tertutup
Kantor tertutup terdiri dan terbagi-bagi menjadi beberapa ruangan. Kantor tertutup ini menggunakan ruangan terpisah untuk setiap karyawan yang bekerja di kantornya. Keadaan dari gedung yang terdiri dari ruangan-ruangan dan sifat pekerjaan dapat menjadi alasan kantor tertutup dibuat.
Berikut adalah kelebihan dari penggunaan kantor tertutup :
a.       Konsentrasi karyawan dalam mengerjakan pekerjaannya lebih terjamin.
b.      Rahasia dari pekerjaan juga dapat terjamin.
c.       Privasi individual dari karyawan dapat meningkat dan dapat terjaga dengan aman.
Selain kelebihan, ada pula kelemahan dari penggunaan kantor tertutup, antara lain :
a.       Kurang lancarnya komunikasi langsung antar karyawan kantor.
b.      Biaya untuk perawatan dan pemeliharaan ruangan-ruangan di kantor lebih banyak.
c.       Sulitnya melakukan pengawasan kepada setiap karyawan secara langsung.
d.      Sulit mengadakan perubahan penataan peralatan, perlengkapan dan mesin-mesin kantor karena kondisi kantor dan ruangan yang kurang fleksibel.
Berikut adalah contoh gambar dari kantor tertutup :

3.      Kantor Landscape
Ciri-ciri kantor landscape menurut Moekijat adalah sebagai berikut :
a)      Susunan peralatan kantor ada yang tidak simetris.
b)      Penyusunan terhadap meja-meja dikelompokkan berdasarkan fungsi pekerjaannya.
c)      Menggunakan karpet-karpet yang cocok untuk diletakkan pada lantai kantor.
d)     Penerangan pada ruangan lebih baik dan menyenangkan.
e)      Terdapat pendingin ruangan atau AC.
f)       Terdapat tirai-tirai ada gorden yang menutupi jendela.
g)      Terdapat tumbuhan-tumbuhan atau tanaman yang dapat disimpan dalam kantor.
Pada dasarnya, kantor landscape merupakan campuran antara kantor terbuka dan kantor tertutup. Oleh karena itu, kantor landscape kadang juga disebut sebagai kantor campuran. Kantor landscape berusaha mengurangi kelemahan yang ada pada kantor terbuka dan kantor tertutup, sehingga keunggulan dari kantor terbuka dan kantor tertutup ada pada kantor landscape. Dalam kantor landscape, penyusunan meja dilakukan secara individual atau kelompok kerja dengan sudut yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Setiap staf bekerja pada ruangan-ruangan yang diberi sekat dengan tinggi 120 cm – 150 cm tetapi masih dapat diamati dari tempat yang cukup jauh.
Kelebihan dari kantor landscape dapat diuraikan sebagai berikut :
1)      Para karyawan akan merasa nyaman dan betah dalam bekerja.
2)      Stres yang ditimbulkan dapat berkurang.
3)      Tingkat kebisingan dapat dikurangi lebih jauh.
4)      Kenyamanan kerja karyawan menjadi meningkat.
5)      Ruangan yang lebih yang berasal dari kantor tertutup dapat digunakan dengan efektif.
6)      Biaya yang dikeluarkan untuk partisi, pintu, pendingin ruangan, dekorasi, pencahayaan ruangan dan pelayanan lainnya lebih rendah.
7)      Biaya untuk pemeliharaan dan perawatan kantor lebih rendah.
8)      Pengawasan terhadap karyawan dapat dilakukan dengan mudah.
9)      Tetap terpeliharanya komunikasi dan rangkaian kerja.
10)  Penggunaan akan peralatan dan mesin-mesin kantor dilakukan bersama-sama.
11)  Perubahan tata letak dapat dilakukan secara mudah karena fleksibel.
12)  Partisipasi dan kebersamaan kerja dari para karyawan menjadi lebih sering terjadi.
13)  Meningkatnya kinerja karyawan.
Adapun contoh gambar dari kantor landscape adalah sebagai berikut :

Kantor memiliki syarat-syarat yang sudah ditentukan, salah satunya dalam peraturan menurut Kementrian Pekerjaan Umum dengan nomor SK 29/PRT/M/2006 yang berisi tentang penitikberatan sebuah kantor pada bentuk fisik bangunan, sarana prasarana kantor dan penyesuaian terhadap tata ruang kota. Adapun ketentuan atau syarat yang dikeluarkan oleh Kementrian Tenaga Kerja No. 7 Tahun 1964 yang berkenaan tentang syarat-syarat kantor itu harus mencakup kesehatan, kenyamanan, kebersihan dan penerangan pada tempat kerja.
Dalam menentukan kantor beserta tata letaknya, seorang manajer harus bekerja sama dengan kontraktor. Manajer tidak boleh menyerahkan seluruh penataan bentuk dan tata letak kantor, karena penataan yang dilakukan oleh kontraktor belum tentu sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh karyawan dalam organisasi atau perusahaan tersebut.
Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah kantor yang bersifat umum dan khusus, antara lain :
a)      Syarat Primer (Utama)
Syarat utama yang harus dimiliki oleh sebuah kantor adalah sebagai berikut :
1)      Memiliki ruangan untuk bekerja.
2)      Memiliki alat untuk komunikasi seperti, telepon, fax dan internet.
3)      Memiliki peralatan dan perlengkapan kantor.
4)      Memiliki alat tulis kantor.
5)      Memiliki ruangan khusus untuk tamu sehingga tamu dapat menunggu di ruangan tersebut tanpa terganggu oleh aktifitas karyawan.
6)      Memiliki prasana yang baik seperti buku operasional, SOP dan aturan-aturan yang mengatur pekerjaan tata usaha, prosedur serta juklak.
b)      Syarat Sekunder (Pendukung)
Selain persyaratan utama, terdapat juga persyaratan pendukung yang dapat membatu pelaksanaan kegiatan kantor, antara lain :
1)      Memiliki alat-alat kesehatan seperti P3K untuk berjaga-jaga apabila ada karyawan yang terluka.
2)      Memiliki pencahayaan dan penerangan yang baik dan cukup.
3)      Memiliki ventilasi udara yang cukup.
4)      Memiliki suhu udara yang sesuai.
5)      Memiliki keamanan yang tinggi, baik keamanan konstruksi gedung maupun keamanan bagi karyawan.
6)      Kebersihan kantor selalu terjaga dengan baik.
7)      Toilet yang dapat digunakan berjumlah cukup.
8)      Memiliki bahan yang bisa dibaca di ruangan tunggu agar tamu atau pelanggan tidak merasa bosan ketika menunggu.
9)      Struktur organisasi yang dimiliki jelas adanya.
10)  Terdapat air minum dan wastafel untuk mencuci tangan.
Tata letak dari suatu kantor tidak hanya dibuat begitu saja, selain ditentukan oleh syarat-syarat yang berlaku, dalam penentuan tata letak juga terdapat beberapa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dan diterapkan, antara lain :
Dalam penataan layout kantor, ada beberapa prinsip atau pedoman yang harus diperhatikan antara lain :
1)      Penataan layout kantor dirancang supaya ketika pelaksanaannya suatu pekerjaan dapat menempuh alur atau jarak sependek-pendeknya.
2)      Kegiatan kantor harus bisa berjalan selancar mungkin.
3)      Seluruh ruangan di kantor harus bisa digunakan dengan efektif dan efisien untuk kepentigan pekerjaan.
4)      Ruangan kerja yang bersifat fleksibel, sehingga memudahkan dilakukannya perubahan jikalau dibutuhkan sewaktu-waktu.
5)      Bagian yang sering dikunjungi tamu, lokasinya harus ditempatkan didekat pintu utama atau ditempat pada suatu tempat yang mudah dikunjungi agar tidak mengganggu kelangsungan kerja karyawan dan tamu tersebut tidak terganggu dengan aktifitas karyawan.
6)      Bagian atau orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama dan saling berhubungan harus dikelompokan menjadi satu atau ditempatkan untuk saling berdekatan.
7)      Bagian tata usaha dari organisasi atau perusahaan lebih baik ditempatkan ditengah-tengah agar bisa dijangkau oleh semua bagian.
8)      Pekerjaan yang dapat menghasilkan suara yang gaduh lebih baik jika ditempatkan agak atau lebih jauh dari bagian-bagian lain.
9)      Ruangan pimpinan sebaiknya ditempatkan dekat dengan para bawahannya agar pimpinan dapat melakukan pengawasan dengan mudah.
10)  Harus terdapat lorong utama yang dapat digunakan sebagai jalan untuk lalu lintas di organisasi atau perusahaan tersebut yang memiliki lebar minimal 1,2m, lorong tambahan yang lebarnya sekitar 0,9m, dan lebar antar meja minimal 0,6-0,9m agar memiliki cukup ruang untuk kursi.
Penyusunan meja kerja sangatlah penting, tetapi penyusunan tu sendiri harus bergantung pada bentuk layout apa yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Ada beberapa bentuk meja kerja yang dapat disusun, diantaranya adalah :
a.       Meja Kerja Bentuk Kelas
Bentuk kelas ini membuat semua karyawan duduk dimeja kantor yang penataannya mirip dengan meja-meja yang terdapat di kelas dimana setiap karyawan membelakangi karyawan lainnya.


b.      Meja Kerja Bentuk L
Bentuk L ini membuat meja kerja para karyawan disusun seperti huruf L.

c.       Meja Kerja Bentuk U
Bentuk U ini membuat meja kerja para karyawan disusun seperti huruf U.
d.      Selain bentuk-bentuk di atas, meja kerja juga dapat dirancang sesuai dengan kreatifitas manajer., bisa saja berbentuk huruf T, meja bundar atau bentuk lainnya.

Selain bentuk-bentuk dari meja kerja yang ada di kantor, ada pula bentuk-bentuk meja rapat yang dapat digunakan dalam kantor yang biasa digunakan ketika rapat. Berikut adalah bentuk-bentuk dari meja rapat, antara lain :
a)      Meja Rapat Bentuk U

b)      Meja Rapat Bentuk V

c)      Meja Rapat Bentuk Bundar

d)     Selain bentuk-bentuk di atas, terdapat juga bentuk-bentuk lain, seperti panggung bioskop, seminar, wedding hall, bentuk perahu, bentuk kelas dan bentuk-bentuk lainnya.
III.             KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan dalam jurnal ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa efektifitas kerja karyawan itu dipengaruhi oleh tata letak kantor yang dipilih dan digunakan oleh suatu organisasi atau oleh suatu perusahaan. Tata letak yang dirancang dengan baik dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap eketifitas para karyawan dalam bekerja. Tidak hanya itu, tata letak kantor juga dapat memberikan kesan positif bagi para pelanggan atau tamu-tamu yang berhubungan dengan organisasi atau perusahaan tersebut. Dapat dikatakan bahwa tata letak suatu kantor merupakan cerminan dari suatu perusahaan. Suatu organisasi atau perusahaan harus mampu menghasilkan suasana kantor yang nyaman, tenang, dan menyenangkan bagi karyawannya, agar karyawannya semangat dan betah dalam melaksanakan pekerjaannya dan menghasilkan pekerjaan yan diharapkan. Penentuan tata letak suatu kantor harus mempertimbangkan beberapa hal seperti lokasi, luas ruangan yang ada, cahaya, warna, udara, suara dan budaya yang ada di dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah prinsip-prinsip dari tata letak kantor untuk lebih menunjang keefektifan dan keefisienan kinerja karyawan nantinya.
Oleh karena itu, setiap organisasi atau perusahaan diharapkan untuk memperhatikan pemilihan tata letak kantor demi keberlangsungan organisasi atau perusahaan agar tetap eksis dan demi terciptanya efektifitas dan produktivitas kerja karyawan. Semakin baik dan semakin matang perencanaan dan penetapan dari tata letak kantor maka akan semakin meningkat juga efektifitas dan efisiensi menjadi lebih baik. Tidak hanya itu saja, tata letak kantor juga dapat memberikan kontribusi yang baik untuk organisasi atau perusahaan, baik secara kuantitas, kualitan dan waktu.

IV.             DAFTAR PUSTAKA
Chaniago, H. (2013). Manajemen Kantor Kontemporer. Bandung : CV Akbar Limas Perkasa.
Sayuti, Abdul Jalaludin. (2013). Manajemen Kantor Praktis. Bandung : Penerbit Alfabeta.
Rasto. (2015). Manajemen Perkantoran Paradigma Baru. Bandung : Alfabeta.

V.                LAMPIRAN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELF DEVELOPMENT